KONDISI DINAMIKA ATMOSFER 3/11/2010 2:50:10 PM

April 1, 2010 pukul 12:05 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kondisi Dinamika Atmosfer dan Laut

Dinamika atmosfer dan laut dipantau dan diprakirakan berdasarkan 6 (enam) fenomena alam, yaitu 3 fenomena global dan 3 fenomena regional. Monitoring dan prakiraan kondisi dinamika atmosfer dan laut yang akan terjadi selama Musim Kemarau 2010, adalah :

1.  Monitoring dan Prakiraan Fenomena Global

a.  El Nino – La Nina

Pada akhir Februari 2010 kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Ekuator, khususnya wilayah Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3.4) masih relatif hangat berharga 27,9OC. Hal ini memberikan indikasi bahwa sampai dengan akhir Februari 2010, El Nino masih berlangsung dengan intensitas moderate, selanjutnya intensitas El Nino diprediksi mulai melemah pada Maret 2010 dan cenderung menuju netral pada Juni 2010.

Indeks Osilasi Selatan (SOI) sejak Oktober 2009 sampai dengan Januari 2010 bernilai negatif berkisar -6,7 s/d -10.1. Nilai ini tidak terlalu signifikan pengaruhnya (<+10 dan >-10) terhadap pengurangan curah hujan di Indonesia.  Kondisi demikian memberikan indikasi bahwa selama kejadian El Nino, aktivitas sirkulasi angin pasat tenggara (southeast trade wind) tidak terlalu mengganggu di wilayah Indonesia.

b.    Dipole Mode

Nilai Dipole Mode Indeks (DMI) menunjukkan kondisi netral (-0.4 ≤ DMI ≤ +0.4) mulai Juni 2009 sampai dengan Februari 2010. Sementara, prediksi Dipole Mode Indeks (DMI) pada Maret hingga Juli 2010 berkisar -0.2 s/d 0, nilai ini masih berada pada kondisi netral.  Dalam kaitan tersebut mengindikasikan bahwa pada Musim Kemarau 2010,pergerakanuap air dari Samudera Hindia menuju wilayah Indonesia berada pada intensitas normal.

c.    Madden Julian Oscillation (MJO)

Monitoring terhadap aktivitas MJO, terkait kondisi gerakan vertikal di wilayah Indonesia pada 23 Februari 2010 menunjukkan intensitas bernilai 0.8, dan selanjutnya diprakirakan akan terus berada pada kondisi lemah sampai minggu pertama Maret 2010.  Lebih lanjut, hal ini memberikan indikasi tidak adanya penambahan maupun penekanan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Indonesia (kondisi netral).

2.   Monitoring dan Prakiraan Fenomena Regional

a.    Sirkulasi Monsun Asia – Australia

Hingga akhir Februari 2010 sirkulasi monsun di Indonesia umumnya masih dalam kisaran normalnya. Gangguan-gangguan yang terjadi umumnya disebabkan adanya pola-pola tekanan rendah di wilayah Lautan Pasifik bagian selatan sekitar Utara Australia dan sekitar lautan Hindia. Kondisi ini menyebabkan terjadinya curah hujan cukup tinggi di beberapa wilayah seperti sekitar Sumatera, Kalimatan dan Sulawesi. Diprakirakan bahwa monsun Asia selatan/tenggara akan berada pada kisaran normal sampai dengan pertengahan bulan Maret 2010.

b.    Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Conver-

gence Zone / ITCZ)

Posisi ITCZ hingga akhir Februari 2010  masih berada di sekitar selatan ekuator dan cenderung bergerak ke arah utara pada bulan-bulan berikutnya mengikuti pergerakan tahunannya. Jika dibandingkan terhadap posisi rata-ratanya, posisi tersebut masih berada dalam kisaran rata-rata, sehingga potensi kejadian hujan di setiap wilayah diprakirakan akan mendekati normal sesuai kondisi rata-rata wilayah masing-masing.

c.    Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

Hingga akhir Februari 2010 kondisi suhu permukaan permukaan laut di sebagian besar perairan Indonesia berada di atas nilai rata-rata atau normalnya, seperti sekitar Lautan Hindia selatan Sumatera dan Jawa, Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Laut Arafura, Laut Banda, Laut Flores, Laut Sawu, Laut Seram dan sekitar Laut Maluku, dengan anomali suhu berkisar +0.25°C s/d  +2.0°C diatas rata-rata. Sedangkan perairan dengan suhu permukaan laut relatif dingin (dibawah rata-rata) berada di Laut China Selatan sekitar timur Kalimantan dan laut di sekitar utara Papua.

Suhu permukaan laut di beberapa perairan Indonesia selama Musim Kemarau 2010 diprakirakan relatif hangat/panas dan netral, kecuali setelah pertengahan Musim Kemarau 2010 beberapa wilayah perairan Indonesia Bagian Barat cenderung dingin (di bawah nilai rata-rata). Selengkapnya adalah sebagai berikut :

1)    Wilayah perairan Lautan Hindia sebelah barat Sumatera, Laut Sulawesi, Laut Timor dan Laut Flores diprakirakan akan tetap panas hingga Juni 2010 dengan anomali suhu berkisar +0.5°C s/d +1.5°C, bulan-bulan lainnya berada pada kisaran normalnya.

2)    Wilayah perairan laut Arafuru di sekitar barat Papua diprakirakan akan cenderung mendingin pada bulan Maret s/d Juli 2010, dengan anomali suhu berkisar -0.25°C s/d -1oC, selanjutnya akan berkisar pada normalnya.

3)    Wilayah perairan Lautan Hindia barat Sumatera, selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, diprakirakan cenderung dingin berada di bawah nilai rata-rata atau normalnya pada Agustus s/d Oktober dengan anomali suhu berkisar antara -0.5oC s/d -1.0oC.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: