Ilmu_@com

Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak. Apabila pada hari itu (saat Matahari terbenam) tinggi Bulan/Hilal sudah positif (berada di atas ufuk), maka petang itu sudah masuk tanggal 1 (satu) bulan Qamariah. Namun ada kriteria tertentu yang menjadi keabsahan Hilal/Bulan sabit tersebut (kriteria Imkanur Rukyat), yang digunakan oleh Badan Hisab dan Rukyat Indonesia, yaitu saat matahari terbenam :

  • tinggi Hilal minimal 2o (diukur dari bidang horizon/ufuk)
  • elongasi (jarak Bulan terhadap Matahari) minimal 3o
  • umur Hilal lebih dari 8 jam sejak konjungsi/ijtimak hingga matahari terbenam

Pada gambar di bawah ditampilkan peta ketinggian Hilal  saat Matahari terbenam pada  tanggal 16 Maret 2010 (Awal Bulan Rabiuts Tsani1431 H) untuk dunia dan wilayah Indonesia. Konjungsi terjadi pada tanggal 15 Maret 2010 pukul 21:01 UT. Ketinggian Bulan/Hilal dinyatakan dalam derajat, diukur dari bidang horizon/ufuk hingga ke posisi Bulan/Hilal berada.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: